Hymne Guru adalah lagu ciptaan Sartono yang biasa dinyanyikan dalam peringatan Hari Guru Nasional setiap 25 November. Lagu ini menjadi ungkapan penghormatan dan terima kasih atas pengabdian para pendidik.
Melalui lirik yang sederhana, lagu ini menggambarkan guru sebagai sosok yang membimbing murid, memberikan ilmu, serta membantu membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Menjelang peringatan Hari Guru Nasional 2026, lagu Hymne Guru kembali menjadi salah satu pilihan untuk mengisi kegiatan sekolah. Tahun ini, Kemendikdasmen mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.
Bagi yang ingin menyanyikannya kembali atau mengiringi lagu menggunakan alat musik, tersedia lirik lengkap beserta chord gitar dan not angka.
Hymne Guru Biasa Dinyanyikan pada Peringatan Hari Guru Nasional
Hymne Guru memiliki tempat tersendiri dalam peringatan Hari Guru Nasional. Lagu ini sering dinyanyikan dalam kegiatan sekolah sebagai bentuk penghargaan kepada guru yang telah mendampingi perjalanan belajar murid.
Peringatan Hari Guru Nasional berlangsung setiap 25 November. Momentum ini menjadi kesempatan bagi siswa, sekolah, dan masyarakat untuk menyampaikan apresiasi kepada para pendidik.
Pada 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengangkat “Guru Hebat, Indonesia Kuat” sebagai tema Hari Guru Nasional 2026. Tema tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Guru Nasional yang diisi kegiatan apresiasi, kolaborasi, dan publikasi kisah inspiratif guru.
Lirik Lagu Hymne Guru
Berikut adalah petikan lirik utama lagu Hymne Guru yang biasa dilantunkan dalam berbagai momentum upacara sekolah:
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa
Berdasarkan Surat Edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tertanggal 27 November 2007 ada perubahan lirik pada bagian terakhir, dari “Tanpa tanda jasa” menjadi “Pembangun insan cendekia”.
Chord Gitar Lagu Hymne Guru
Bagi panitia atau pengisi acara yang hendak mengiringi lagu ini menggunakan instrumen musik akustik maupun elektrik, nada dasar G Major merupakan tangga nada yang paling ramah dan umum digunakan.
Susunan akord untuk setiap bait dapat disesuaikan dengan alur berikut:
Intro
G | C | G | D | G
Bait pertama
G | C | G | C | Am | D
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Bait kedua
G | C | G | D | G
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Pre-Chorus
D | G | D | C | G
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
D | G | A | D
Sebagai prasasti terima kasihku, tuk pengabdianmu
Reff
G | C | G | C | Am | D
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
G | C | G | D | G
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
G | C | G | D | G
Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa
Not Angka Lagu Hymne Guru
Penggunaan instrumen seperti pianika, recorder, maupun keyboard dalam paduan suara sekolah memerlukan presisi tempo yang tepat. Notasi angka di bawah ini disajikan untuk memudahkan pelatih musik atau siswa dalam memandu harmoni nada secara runtut:
Bait pertama
5 1′ 5 5 4 4 3 3 3 4 3 2 1 2
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
3 4 5 5 5 4 3 6 7 1′ 6 5 4 3 4 2 1
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Bait kedua
1 2 2 3 4 5 3 3 4 5 1 2 2 3 4 6 5
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
1 2 2 3 4 5 3 3 4 5
Sebagai prasasti terima kasihku
5 4/ 6 2′ 1′ 7
Tuk pengabdianmu
Reff
5 1′ 5 5 4 4 3 3 4 3 2 1 2
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
3 4 5 5 5 4 3 6 7 1′ 6 5 4 3 4 5 3
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
3 4 5 5 5 4 3 6 7 1′
Engkau patriot pahlawan bangsa
6 5 4 3 4 2 1
Tanpa tanda jasa
Pencipta Lagu Hymne Guru
Di balik lagu yang akrab dinyanyikan setiap peringatan Hari Guru Nasional, terdapat sosok Sartono. Ia adalah seniman sekaligus guru musik asal Madiun yang menghasilkan karya bertema pendidikan.
Buku “Bahasa Indonesia Bermuatan Nasionalisme untuk Kelas V SD” terbitan PUT UHAMKA Press menyebut Sartono telah mengenal musik sejak usia muda. Ia kemudian belajar secara otodidak setelah tidak melanjutkan pendidikan SMA.
Dalam perjalanan bermusiknya, Sartono pernah membentuk grup Combo Ria bersama teman-temannya. Ia juga bergabung dengan Korps Musik Ajudan Jenderal Resor Militer Madiun sebelum akhirnya mengajar musik.
Sartono kemudian menjadi guru honorer di SMP Katolik Santo Bernardus, Madiun. Di sela kesibukannya mengajar dan bermusik, ia tetap menghasilkan sejumlah karya, termasuk lagu bertema pendidikan.
Salah satu karyanya adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Lagu tersebut berhasil memenangkan lomba cipta lagu bertema pendidikan yang diselenggarakan pemerintah pada dekade 1980-an. Karya itu kemudian dikenal luas dengan nama Hymne Guru.
Makna Lagu Hymne Guru yang Menyentuh Hati
Hymne Guru menyampaikan penghormatan kepada pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing murid menghadapi berbagai tantangan selama proses belajar.
Penggalan lirik tentang guru sebagai pelita menggambarkan sosok yang memberikan arah ketika murid menghadapi kesulitan. Sementara gambaran embun penyejuk melukiskan perhatian yang membuat siswa kembali bersemangat.
Makna lagu ini juga menggambarkan ketulusan seorang pendidik. Guru membantu murid mengenali kemampuan, memberikan nasihat, serta mendorong mereka agar berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan.
Makna lagu tersebut merujuk pada buku “Inovasi Musik untuk Anak Negeri Indonesia di SD” yang disunting Arina Restian. Pembahasannya menyoroti peran guru dalam mengembangkan kecerdasan anak.
Penghargaan kepada guru juga tidak hanya tercermin melalui prestasi akademik siswa. Kesabaran dalam mendampingi, perhatian terhadap perkembangan murid, dan keteladanan sehari-hari menjadi bagian dari pengabdian seorang pendidik.
Perubahan Lirik Hymne Guru Berdasarkan Surat Edaran PGRI
Lagu Hymne Guru mengalami perubahan pada bagian akhir liriknya. Perubahan tersebut diatur melalui Surat Edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tertanggal 27 November 2007.
Sebelum diperbarui, lagu ini menggunakan kalimat “Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa”. Setelah perubahan, bagian penutupnya menjadi “Engkau patriot pahlawan bangsa, pembangun insan cendekia”.
Pembaruan tersebut dilakukan untuk memperkuat penghargaan terhadap profesi guru. Peran pendidik tidak hanya dikaitkan dengan pengabdian, tetapi juga kontribusinya dalam membangun kecerdasan generasi bangsa.
Meskipun sudah mengalami perubahan, lirik “Tanpa tanda jasa” tetap dikenal luas dan masih sering dinyanyikan masyarakat. Karena itu, versi tersebut tetap dicantumkan dalam pembahasan lirik populer ini.








