Kemdiktisaintek meluncurkan SatuBeasiswa Indonesia untuk menghimpun informasi pendanaan kuliah dari pemerintah, kampus, perusahaan, lembaga filantropi, hingga mitra luar negeri dalam satu portal.
Portal ini menyasar calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat umum. Per 15 September 2026, tercatat 71 program tayang dengan pendanaan sekitar Rp16,37 triliun.
Peluncuran berlangsung di Jakarta pada 16 September 2026. Brian Yuliarto menyebut peluang beasiswa masih sulit dijangkau karena informasinya terpencar di banyak saluran.
“Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah,” ujar Brian Yuliarto, dikutip dari laman resmi Kemdiktisaintek pada 16 September 2026.
Persoalan yang hendak dijawab bukan semata kurangnya dana pendidikan, melainkan sulitnya menemukan program yang cocok. Informasi sebelumnya hadir melalui banyak lembaga dan saluran.
Melalui satu portal, pemerintah ingin mempertemukan penyelenggara dengan calon penerima dari berbagai daerah. Cakupannya tidak dibatasi bagi mahasiswa baru, tetapi juga mereka yang sedang kuliah.
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa
Data awal yang dirilis pemerintah memberi gambaran tentang besarnya ekosistem beasiswa yang ingin dihimpun. Angkanya mencakup pendanaan, kuota, penerima manfaat, serta ragam penyelenggara.
Catatan Kemdiktisaintek per 15 September 2026 memuat 465 jenis beasiswa dari lima kelompok penyelenggara. Mitra filantropi menyumbang 340 jenis, paling banyak di antara kelompok lainnya.
Sebanyak 54 jenis berasal dari pemerintah daerah, 27 dari pemerintah pusat, 27 dari perusahaan, dan 17 dari perguruan tinggi. Rincian ini menggambarkan keragaman asal program beasiswa.
Dari 465 jenis yang tercatat, kontribusi lembaga filantropi mencapai sekitar 73 persen. Porsi ini memperlihatkan besarnya keterlibatan organisasi sosial dalam menyediakan kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
Pada tanggal yang sama, 71 program telah ditayangkan secara publik. Total pendanaan pemerintah dan mitra mencapai sekitar Rp16,37 triliun, dengan lebih dari 853 ribu penerima manfaat.
Jumlah penerima manfaat itu tercatat dari total kuota sekitar 1,22 juta orang. Kemdiktisaintek menyebut angka tersebut masih dapat berubah seiring penambahan mitra dan verifikasi data.
Dua angka, yakni 465 jenis beasiswa dan 71 program tayang, memiliki cakupan pendataan berbeda. Calon penerima tetap perlu memeriksa status serta kelengkapan setiap penawaran.
Fitur Pencarian Memudahkan Masyarakat Menemukan Beasiswa
SatuBeasiswa tidak hanya menampilkan daftar nama pemberi bantuan. Portal resminya menyediakan pencarian dengan sejumlah penyaring agar calon penerima bisa mempersempit pilihan sesuai kebutuhan studi.
Pengguna bisa menelusuri beasiswa menurut jenjang pendidikan, lokasi studi, skema pendanaan, status pendaftaran, perguruan tinggi, negara tujuan, hingga batas akhir pendaftaran.
Filter ini membantu pencarian lebih terarah. Kebutuhan calon mahasiswa S1 di dalam negeri tentu berbeda dari mahasiswa S2 yang membidik kampus di luar negeri.
Portal membuka ruang bagi penyelenggara untuk mempromosikan program secara lebih luas. Mitranya bisa berasal dari pemerintah, perusahaan, yayasan, dan institusi pendidikan.
Sebelum tampil di portal, penyelenggara harus melewati verifikasi. Pemeriksaan ini menjadi pagar awal agar lembaga yang tercantum memiliki identitas dan program yang jelas.
SatuBeasiswa Mulai Manfaatkan Teknologi AI
Selain pencarian berbasis filter, Wakil Menteri Stella Christie menyebut penggunaan kecerdasan buatan untuk mencocokkan profil pencari dengan program beasiswa yang tersedia.
“Kita menggunakan sistem Artificial Intelligence untuk menemukan profil pencari beasiswa dengan program yang tersedia secara otomatis,” kata Stella pada 15 Oktober 2026 lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Global Scholarship Summit 2026 di Jakarta Selatan. Stella menilai keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci pemerataan kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan.
Kemdiktisaintek belum merinci data yang dipakai untuk pencocokan ataupun cara sistem menguji rekomendasi. Calon penerima tetap perlu memeriksa syarat di laman resmi penyelenggara.
Penggunaan teknologi tersebut diharapkan membantu masyarakat menemukan peluang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan tujuan studinya. Pencarian beasiswa pun berpeluang menjadi lebih terarah.
Kemenag Dorong Integrasi Beasiswa Zakat
Keterlibatan Kementerian Agama menjadi perkembangan lain dalam penguatan portal ini. Kemenag mendorong beasiswa berbasis zakat ikut dihimpun agar informasi dan penyaluran bantuan lebih terkoordinasi.
Menurut Waryono, data bersama membuka ruang kolaborasi BAZNAS, LAZ, dan rumah amal kampus. Pernyataan itu disampaikan kepada Bimas Islam Kemenag pada 28 Oktober 2026.
“Praktik baik beasiswa yang berasal dari pengelolaan zakat perlu semakin mudah diakses dan dikenal masyarakat,” ujar Waryono, dikutip dari Bimas Islam Kemenag, 28 Oktober 2026.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag tersebut menilai penyatuan informasi dapat membantu lembaga mengenali mahasiswa yang telah menerima bantuan dari penyelenggara lain.
Integrasi data penerima diharapkan menekan risiko seorang mahasiswa menerima bantuan yang membiayai kebutuhan sama dari beberapa lembaga, sementara calon lain belum memperoleh dukungan.
Skema beasiswa zakat juga dapat mencakup biaya di luar uang kuliah, seperti biaya hidup, transportasi, buku, perangkat belajar, asrama, hingga pendampingan, bergantung pada ketentuan tiap program.
Sebagai gambaran, program Beasiswa Zakat Indonesia menyalurkan Rp16,85 miliar kepada 153 mahasiswa pada 2025 melalui kerja sama BAZNAS dan 18 Lembaga Amil Zakat.
Nilai BeZakat itu berasal dari program khusus pengelolaan zakat, bukan bagian dari total pendanaan Rp16,37 triliun yang tercatat dalam data SatuBeasiswa per 15 September 2026.
Pembaruan Data Menjadi Tantangan Pengelolaan Portal
Manfaat portal bergantung pada pembaruan data. Tanpa jadwal dan status yang mutakhir, daftar yang lengkap pun bisa memuat program yang sudah ditutup atau persyaratan yang berubah.
Pencari beasiswa sebaiknya memakai portal sebagai pintu awal, lalu mengecek lagi syarat, cakupan bantuan, ikatan dinas, dan jadwal di kanal resmi lembaga pemberi dana.
Calon penerima juga perlu membandingkan komponen pendanaan, sebab ada program yang hanya membayar UKT, sementara program lain menyediakan biaya hidup atau dukungan tambahan selama masa studi.
Sementara itu, penyelenggara perlu memastikan setiap informasi yang dipublikasikan tetap sesuai dengan ketentuan terbaru. Jadwal pendaftaran, kuota, persyaratan, dan bentuk bantuan perlu diperbarui secara berkala.
Ketersediaan informasi yang lengkap juga perlu diimbangi proses verifikasi dan koordinasi antarlembaga. Langkah ini akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas sebelum mengajukan permohonan.
Cara Mengakses Portal SatuBeasiswa Indonesia
Masyarakat yang ingin mencari peluang pendanaan pendidikan bisa langsung mengunjungi situs resmi SatuBeasiswa Indonesia. Berikut cara menelusuri program yang tersedia melalui portal tersebut.
- Buka portal SatuBeasiswa Indonesia melalui peramban di alamat https://satubeasiswa.kemdiktisaintek.go.id/, lalu masuk ke halaman pencarian beasiswa yang memuat daftar program dari berbagai penyelenggara.
- Masukkan kata kunci atau gunakan filter jenjang, lokasi studi, skema pendanaan, perguruan tinggi, negara tujuan, dan status pendaftaran untuk mempersempit hasil pencarian.
- Buka program yang sesuai, lalu baca persyaratan peserta, dokumen yang diminta, cakupan biaya, jadwal pendaftaran, serta ketentuan khusus dari lembaga pemberi beasiswa.
- Catat tenggat dan kunjungi kanal resmi penyelenggara untuk memastikan informasi terbaru. Ajukan pendaftaran melalui mekanisme yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
Dorong Pemerataan Kesempatan Kuliah
SatuBeasiswa membuka jalan agar peluang yang sebelumnya tersebar lebih mudah ditemukan. Hasilnya akan bergantung pada disiplin penyelenggara memperbarui informasi dan memperluas kerja sama.
Keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga filantropi menjadi modal bagi pengembangan sistem informasi beasiswa nasional. Semakin banyak mitra bergabung, semakin beragam pilihan yang bisa ditemukan masyarakat.
Bagi calon mahasiswa dan mereka yang masih menempuh pendidikan tinggi, keberadaan portal ini memberikan titik awal untuk mencari dukungan biaya kuliah. Peluang yang sesuai bisa ditemukan tanpa harus mendatangi setiap lembaga.
Pemerintah juga berharap konsolidasi informasi tersebut membantu meningkatkan akses pendidikan tinggi. Data yang terhimpun nantinya berpeluang mendukung pemetaan kebutuhan bantuan dan kerja sama antarpemberi beasiswa.






